Penjelasan Yang Tuntas… tas.. tas.

Adduuuuuuuuh…………………………..

Memang minyak tetap jadi isu sentral di dalam perpolitikan Indonesia. Semua tumpah ruah dalam menyuarakan keinginannya maupun kelompoknya, terutama wong cilik. Padahal belum tentu lho wong cilik minta tolong di sampaikan aspirasinya melalui demonstrasi. Trus muncul lagi orang-orang yang menolak BLT, eh.. pak menteri bilang gini “BLT itu hak, bukan kewajiban jadi orang yang menolak berarti orang yang merasa tidak berhak”. Dipikir2 betul juga nih kata pak menteri. he..he.. lucu juga.

Cuma permasalahannya bukan itu saja, pemerintah harusnya mengambil langkah-langkah yang lebih jitu dalam mengatasi isu politik ini yang mana berdampak terhadap melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini dikarenakan tidak adanya kejelasan dari pemerintah, kenapa minyak itu naik. Masyarakat tahunya cuma karena “harga minyak dunia naik”, seharusnya pemerintah menjelaskan dari berbagai sisi misalnya minyak naik di Indonesia karena… Harga minyak mentah di pasaran dunia naik…duit yang udah dikorupsi nggak bisa kembaliin…uang pejabat yang disimpan di luar negeri tidak terlacak…kasus BLBI gak kelar-kelar…hasil alam Indonesia udah habis ama orang bule…atau apalah namanya. Yang penting itu masyarakat diajak berfikir sehingga keputusan minyak naik itu lebih logis.

Ada beberapa cara sosialisasi yang tepat untuk menjelaskan kepada masyarakat :

  1. Isu politik sering muncul dari obrolan kedai kopi, jadi pemerintah harus mengantisipasi hal ini dengan cara mendayagunakan PNS yang suka nongkrong di kedai kopi. Sudah saatnya PNS yang mempunyai hobi nongkrong di kedai kopi bermanfaat bagi negara tanpa harus merubah kebiasaannya. Caranya PNS tersebut harus menjelaskan secara detail mengenai hal2 mengapa minyak naik, sehingga dengan cepat pemahaman masalah ini akan tersebar luas di masyarakat.
  2. Penjelasan pemerintah dengan cara “Talk show” sudah kuno karena hanya ditonton oleh sebagian kecil masyarakat, yang mana masyarakat ini mempunyai tipikal tidak bisa dipengaruhi tetapi bisa mempengaruhi masyarakat lainnya yang tidak mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai politik. Jadi adapun caranya Pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat banyak melalui Sinetron, dengan cara jadikanlah Pemerintah itu adalah suatu institusi yang alim, berwibawa, bersih, dan tertindas. Dengan cara ini pemerintah akan mendapat dukungan 1/2 dari ibu2 yang ada di Indonesia, yang mana berimbas dengan pelarangan anak2 nya yang kuliah untuk berdemonstrasi.

 

Itulah solusi “nyeleneh” yang bisa saya berikan kepada pemerintah dalam mewujudkan Pemahaman akan kenaikan BBM, kalau bapak2 yang menjabat di pemerintahan mengikuti langkah2 tersebut, saya tidak bisa ngomong apa2 selain “Innalillahi wainnalillahi rojiun” semoga negara ini diakhiri deritanya. amieeenn.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s